Kamis, 22 November 2012

KOMPONEN-KOMPONEN BUDAYA



KOMPONEN-KOMPONEN BUDAYA POLITIK

1. Politik Pemerintahan: terhadap para anggota kabinet, para konstituen kabinet, birokarat, dan aparat. Yang mencakup segala bidang-bidang pemerintahan: ekonomi; hukum, keamanan dan ketertiban; kepercayaan dan agama; ilmu pengetahuan; kebudayaan dan kedenian; pendidikan, filsafat dan idiologi; komunikasi, media, dan bahasa.
2. Politik Legislatif: terhadap para ketua, wakil ketua , ketua komisi, dan anggota dewan, dari pusat ke propinsi dan daerah. Politik dewan terhadap aspirasi rakyat dan masyarakat, politik, menggali, menyerap, dan merealisasikan kepentingan rakyat. Politik sinergi untuk memperjuangkan kepentingan kelompok dengan kepentingan publik. Politik hubungan antara fraksi-fraksi partai yang berbeda-beda. Politik hubungan dengan pemerintah, anggota kabinet, konstituent  dan aparat-aparatnya.  Politik hubungan dengan pihak judikatif, konstituen, birokrat, dan aparat penegak hukum/judikatif.
3. Politik Judikatif: terhadap para ketua, wakil ketua, anggota, dan aparat-aparat penegak hukum  dari pusat ke propinsi dan daerah. Politik judikatif terhadap masalah-masalah law violation dan law enforcement yang terdapat dalam masyarakat. Politik judikatif terhadap pencari keadilan dan keluhan masayarakat adanya ketidak adilan. Politik dewan menggiring penyelesaian kasus-kasus hukum, menindak lanjuti pengaduan-pengaduan dan mencari kebenaran atas bukti-bukti dan saksi-saksi, dan proaktif mengantisipasi adanya kemungkinan  penyuapan-penyuapan, teror dan ancaman oleh dan terhadap pihak-pihak tertentu; permainan, pembolak-balikan hukum, ketimpangan-ketimpangan hukum, jual-beli hukum, dan pembusukan hukum, dan mafia peradilan.

Politik Eksekutif terhadap para Kondtituen Kabinet, Birokrat, dan Aparat: Secara umum, politik pemerintah/eksekutif terhadap aparat-aparatnya adalah menciptakan hubungan super- dan sub ordinatif, serta koordinatif dalam konteks vertikal top-down, down - down, maupun horizontal down-down.
Dalam bidang ekonomi, politik pemerintah adalah mencipta kondisi bagi anggota kabinet bidang ekonomi agar di antara mereka terbentuk team kerjasama yang  mampu membantu kepala pemerintah mnjabarkan konsep-konsepnya, mengembangkan sendiri konsep-konsepnya, atau menggali konsep-konsep pakar di dalam maupun di luar  garis organisasi tatakeja departemen sendiri, atau menggali dari para pakar di antara anggota masyarakat yang memeliki komitmen (akademisi, peneliti, pengembang, guru/pendidik, konseptor, baik dalam bentuk lembaga konsultan , maupun individu),   dalam upaya presiden mengembangkan kehidupan perekonomian yang  adil makmur dan merata sandang pangan (murah harga dan mudah pemenuhan kebutuhan-kebutuhan konsumsi pokok seluruh rakyat), tersedia cukup lapangan kerja dan match dengan ketrampilan serta bidang pendidikan yang telah diperoleh rakyat, yang mampu memberikan hasil yang layak bagi harkat dan martabat penghidupan dan kehidupan; tak ada pencurian, penyalahgunaan suap, dan korupsi; tersedia cukup peluang investasi, mudahnya peminjaman modal usaha bagi rakyat kebanyakan,  pengembangan tabungan msasyarakat, tabungan negara, dan cadangan devisa ysng besar untuk membiayai pengamanan tahapan-tahapan dan hasil-hasil pembangunan ekonomi yang telah dicapai melalui pemeliharaan pra/sarana pemenuhan dan peningktan hasil-hasil produksi barang-barang dan jasa konsumsi, produksi, dan distribusi;   pengembangan kehidupan tahapan ekonomi berikutnya yang lebih maju; yaitu pembangunan pra/sarana ekonomi (jalan-jalan, jembatan, pelabuhan, landasan pesawat udara, statsiun kereta api, terminal, pergudangan, perbengkelan, sarana transportasi laut, udara, darat, sungai, kereta api, sarana pengamanan dan penyamanan lalu lintas semua sektor..

MACAM-MACAM KEBUTUHAN
A. Kebutuhan Fisik
I. Kebutuhan Tubuh:
    Kulit: pertumbuhan, perawatan, penggantian, pembentukan, pigmen, dan pemakaian:
               pemakaian mencakup:
                meraba, diraba, merasa, dirasa, pemampilan, kecantikan, pemakaian, pengamanan, keindahan
    Daging:  sda
    Tulang:  sda
    Sumsum: sda
    Rambut:  sda
    Syarat-syarat Pertumbuhan: zat-zat pertumbuhan. via makanan, info, dll

II. Kebutuhan Otak:
pertumbuhan,
perawatan,
penggantian
pembentukan,
pemakaian: berpikir, memikirkan, dipikirkan, merenung, meneliti, mengevaluasi,menganalisis, mensintesa, merespon, mengenal, mengidentifikasi, mengenal, memahami, menghargai, merespon, mengapresiasi, menampilkan konsep, berargumentasi

III Kebutuhan Panca Indra
mata: pertumbuhan, perawatan, penggantian, pemakaian (memandang, dipandang), pengistirahatan
telinga: pertumbuhan, perawatan, penggantian, pembentukan, pemakaiaan: mendengarkan, membisiki, didengarkan, dibisiki
hidung: pertumbuhan, perawatan, penggantian, pembentukan, pigmen, pemekaian, mencium, bau harum, sedap, wangi, dicium,
mulut: sda.
pemakaian: mengecap, mengecup, berbicara, menggigit. pengecapan perlu makan

IV Kebutuhan Respirasi, Sanitasi:
pernapasan
pembersihan panca indra dan anggota badan
pembersiah rambut, kulit, kuku-kuku, saluran urine, saluran keringat, saluran feces,saluran reproduksi, ginjal, dll
pembersiahn jiwa

V Kebutuhan Biologis
rangsangan-rangsangan, respon. dan aksi-aksi genital
mencium-dicium
membelai-dibelai
meraba-diraba
merayu-dirayu
memeluk-dipeluk
memadu-dipadu
bermain-main
kepuasan genital



VI  Kebutuhan Memperoleh Keturunan
menbar benih
melahirkan
merawat anak
membiayai anak
mengasuh anak
membimbing anak
mendidik anak
menyenang-nyenangkan anak
membahagiakan anak
menganttarkan anak ke jenjang rumah tangga
menyaksikan kerukunan dan kebahagiaan keluarga anak-anaknya, cucu-cucunya

VII  Kebutuhan Mental
melihat, mendengar, mengetahui, merasakan,
mengingat-diingat
memahami-dipahami
menghargai-dihargai
memperhatikan-diperhatikan
menaruh simpati-memperoleh simpati
mencintai-dicintai
mengasihi-dikasihi
menyayangi-disayangi
melindungi-dilindungi
membela-dibela
mendukung-didukung
menyetujui-disetumui
menyerahkan-diserahkan
mempercayai-dipercayai
mempercayakan-dipercayakan
meyakini-diyakjini
mengikuti-diikuti
menyanjung-disanjung
memuja-dipuja
menyembah-disembah

VIII Kebutuhan Spiritual
Memperoleh Keindahan Melalui Indrawi:
melalui penglihatan: melihat, memperlihatkan, fresh, sedap, manis, bagus, indah estetis
melalui pendengaran: mendengar, memperdengarkan suara merdu, lembut
melalui penciuman: membau, dan mengeluarkan bau harum, segar
melui pengecapan: merasakan dan menghasilkan rasa enak, manis, nyaman, sedap
melalui perabaan: merasa dan menimbulkan rasa kehalusan, kelembutan

Memperoleh Keindahan Melalui Pikiran
kebenaran
kebaikan
kejujuran
keadilan
kemanfaatan
kepraktisan
kehematan


Memperoleh Keindahan Melalui Batin:
kepercayaan
kelayakan
kecintaan
kedekatan
ketenangan
kesetiaan
kemesraan
kepuasan
ketentraman
kedamaian
kemuliaan
kehormatan
kesederhaan
kesepian
ketuhanan
kebersamaan
kedewasaan
keintiman
kenikmatan

IX Kebutuhan Nutrisi:
Makanan

Minuman


X  Kebutuahn  Pakaian
Perlindungan dan penutup aurat
perlindungan dari panas/ sinar matahari yang merusak,
perlindungan dari hawa dingin, debu dan kotoran
kenyamanan
keindahan
modish style
praktice
prestise

Perbedaan Kebutuhan Naluri Dan Rohani
Kebutuhan naluri:
fungsi indrawi (menikmati ...)
kelengkapan tubuh
keindahan tubuh
perawatan tubuh
pertumbuhan
eksistensi: hidup, aktual, rasa aman, keturunan,
pewarisan sifat-sifat, dan budaya yang dimiliki
Keb. Rohani:
a. kebaikan --- filsafat
       b. kebenaran--- ilmu  sain  dan teknologi
       c. kebaikan dan kebenaran --- agama:
    aturan hidup
    jalan selamat
    jalan ketemu Tuhan
    Jalan ketemu kegaiban
    Jalan kembali ke asal
    Jalan kebahagiaan hakiki
    Jalan memperoleh kemuliaaan

XI Kebutuhan Perumahan
Perlindungan: dari panas, dingin, angin, hujan, badai, debu
pengamanan: dari pencurian, perampokan, pencopetan
kenyamanan: kebersihan, fungsional
kesenangan
kebanggaan, prestise
investasi
masa depan keturunan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar